OSENG ATI KENTANG




Salah satu lauk favorit saya adalah oseng ati kentang. Kenapa? Karena saya penggemar kentang dan pecinta hati ayam hehehehe.... Pertama mengenal dan makan oseng ati kentang ini waktu saya sudah tinggal di Banyuwangi. Ketinggalan jaman ya.... waktu itu dibelikan nasi bungkus oleh suami tercinta, ada oseng ati kentangnya. Sejak saat itu saya langsung jatuh cinta (cieeeee.......) sama lauk yang satu ini.
Suami justru nggak doyan, karena beliau tidak suka makanan yang "masir" seperti kentang rebus, kuning telur (apalagi kuningnya telur asin yang masir banget), ati dan jeroan lainnya. Jadi kalau beli nasi bungkus di tempat tersebut, jatah oseng saya dobel hahahaha....

Tapi sudah lamaaaaaaa sekali terakhir beli nasi bungkus di sana. Nah, mengobati rasa kangen saya dengan oseng tersebut, saya coba belajar masak sendiri. Sekarang justru merasa kalau buatan sendiri ini jauh lebih enak daripada yang beli tersebut, karena perbandingan ati dan kentangnya bisa disesuaikan keinginan, juga rasanya bisa lebih disesuaikan dengan selera saya (super pedassss) ^_^




Seperti pada umumnya, kalau saya masak jarang sekali menggunakan takaran, tidak seperti membuat kue ya.... jadi modalnya cuma kira-kira hehehehe..... tapi akan saya coba membuat takaran supaya tidak membingungkan ya... kalau semua diberi keterangan "secukupnya", pastinya pada bingung, "cukup" itu seberapa??

Akan tetapi ini hanya takaran kira-kira, jadi monggo disesuaikan dengan selera masing-masing ya.... karena selera tiap orang berbeda-beda... ada yang suka kurang asin, ada yang suka agak manis, ada yang suka asiiin.... hehehehe....

Kurang lebih beginilah resepnya:

OSENG ATI KENTANG
By: Irene Susianto


 Bahan:
1 kg kentang
1 kg hati ayam (bisa pakai rempelanya kalau suka)
----> perbandingan antara kentang dan ati bisa suka-suka kok... tidak harus seperti di atas

400-500 ml santan sedang
4 lembar daun salam
beberapa iris laos

Bumbu:
2 sendok teh garam (sesuaikan dengan selera)
4 sendok teh gula pasir atau diganti dengan gula merah lebih nikmat (sesuaikan dengan selera)
1 sendok teh kaldu ayam bubuk, atau 1 sdm kaldu ayam yang berbentuk gel


Bumbu dihaluskan:
10 siung bawang merah
5 siung bawang putih
1 sdt jinten bubuk (bisa diabaikan jika tidak ada)
1 buah kemiri (bisa diabaikan jika tidak ada)
5 buah cabe merah besar - ini supaya warna merahnya bagus
cabe rawit secukupnya - kalau tidak suka pedas, tidak usah dipakai. Kalau saya, cabenya bisa 1/4 kg sendiri dan nggak pakai cabe merah besar hahahaha.....

Cara membuat:
- Kupas kentang, cuci bersih, potong-potong kurang lebih 1X1 cm. Setelah itu digoreng dengan minyak banyak sampai matang. Jangan sampai kering ya... nanti jadi keripik kentang hahahaha.....
- Sementara itu, didihkan air dalam panci, rebus hati ayam sampai matang. Setelah matang, potong-potong kecil, disesuaikan dengan ukuran kentangnya.

- Untuk bumbu yang dihaluskan, bisa diulek kalau berlebih tenaga, kalau saya langsung diblender saja jadi satu. Biasanya saya tambahkan sedikit air untuk memblendernya. Setelah halus, tuangkan ke wajan, masak sampai airnya menguap, baru masukkan minyak secukupnya. Tumis bumbu halus bersama daun salam dan laos sampai matang dan tanak (warnanya berubah dan baunya harum).
- Setelah itu, masukkan garam, gula, dan kaldu ayam (bubuk atau gel), aduk sebentar.
- Masukkan santan, aduk sebentar.
- Masukkan kentang dan hati ayam yang sudah matang tadi.
- Aduk sampai rata dan bumbu meresap. Jangan lupa tes rasa, apakah sudah pas. Kalau kurang asin tambahkan garam, kurang manis tambahkan gula. Aduk rata, siap dihidangkan ^_^



Hasilnya? Hmmmmm enak banget kalau menurut saya sih hehehehe.... kalau makan dengan oseng ini, maunya nambaaaah terus.... apalagi ditambah dengan sebutir telur asin atau telur dadar yang digoreng kering.... wow.... habis makan serasa tidak kuat berdiri.... hahahaha....

Sepintas tampaknya agak ribet ya membuatnya.... sebetulnya tidak juga kok... saya sendiri, untuk bumbu halus berupa bawang merah bawang putih biasanya sudah siap pakai. Cabe juga sudah saya sediakan yang sudah halus, jadi tinggal mencampur saja sih.... hehehe.... Akan saya bahas di lain topik saja di lain waktu ya....

Selamat makan dan semoga cocok dengan resep ini.... ^_^

SNACK MAKER Dan POFFERTJES MAKER

SNACK MAKER Dan POFFERTJES MAKER Selingan sejenak di antara postingan resep-resep ya, barangkali jenuh tiap kali baca resep melulu. Kali ini saya mau berbagi lagi alat yang biasa saya pakai untuk membuat snack, kebanyakan snack tradisional sih.

Ini dia yang namanya snack maker:



Dan ini poffertjes maker:





Untuk snack maker, sudah pernah saya gunakan untuk membuat kue pukis, martabak mini (ini yang paling sering), dorayaki (ini nomor dua paling sering), kue cubit, hmmm apa lagi ya.... kue lumpur tidak ada yang suka di keluarga saya, jadi belum pernah membuatnya.... cuma itu saja sepertinya....

Untuk poffertjes maker, ironis karena belum pernah untuk membuat poffertjes hahahaha.... tapi sudah pernah untuk membuat pukis mini, kue rangin, kue cubit juga....

Kedua alat ini saya beli bulan Juni 2010, wah sudah lama ya... sudah tiga tahun lebih, tak terasa.... keduanya merk Signora. Waktu itu yang snack maker harganya Rp 458.000,- dan poffertjes maker Rp 358.000,-
Entah sekarang mungkin sudah agak lebih mahal ya.... tapi sekarang sudah banyak macamnya, tidak harus merk Signora juga banyak kok.... harganya juga bervariasi. Jadi kalau membutuhkan, sekarang sudah banyak pilihannya hehehe.....

Sekian ya sharing snack maker dan poffertjes maker-nya..... semoga bermanfaat ya.... ^_^

ÉCLAIRS



Ëclairs.... mendengar namanya.... keren amat yak..... hihihihihi.... dulunya nggak tahu éclairs itu jenis makanan apa, maklum ndeso...... Ceritanya, waktu itu salah satu manajer bakery ternama di kotaku ini sekaligus rekan yang cukup akrab dengan keluarga kami, memberikan beberapa buah kue sus yang bagian ujung-ujungnya dicelup DCC. Wah enak banget rasanya.... vla-nya rasa coklat, tapi tidak seperti vla pada umumnya.... entah apa, tapi pokoknya berbeda.


Karena penasaran, cari-cari deh apa sih nama kue sus itu.... ternyata namanya Ëclairs.... nah setelah itu cari-cari deh resepnya.... lama kemudian baru berani membuat, setelah mendapatkan resep vla yang sepertinya enak. Vla éclairs pun ternyata punya nama sendiri yang keren, yaitu Diplomat Cream. Teksturnya seperti vla, namun lebih halus, lembut, dan creamy.


Tak usah berpanjang lebar, langsung ini dia resepnya:

ÉCLAIRS 

By: HADI TUWENDI
Modifikasi by: Irene Susianto



Bahan Soes
120 gr tepung terigu protein rendah
110g r butter
240 gr air

180 gr telur
1/2 sdt toffieco vanilla
1 gr baking powder

Cara Membuat:

- Campurkan butter dan air, masak hingga mendidih. Matikan api dan masukkan tepung terigu. Setelah diaduk rata, masak di atas api kecil sampai matang. Kocok dengan mikser sampai hangat kuku.
- Masukkan bahan B, kocok hingga adonan licin dan mengkilap.
- Cetak/semprot sesuai selera.


 


 - Panggang dengan api sedang sampai matang, sampai adonan tidak berbusa lagi dan tampak kering bagian luarnya.



- Dinginkan kulit sus, lalu beri lubang di bagian sampingnya untuk memasukkan vla-nya.


Bahan Diplomat Cream

Bahan A:
135 gr gula castor
sedikit garam
350 gr susu cair UHT

Bahan B:

80 gr tepung maizena
1 sdm coklat bubuk
3 butir kuning telur
325 gr susu cair UHT

Bahan C:

125 gr whipped cream kocok
1 sdm rhum

Cara Membuat:

- Masak semua bahan A hingga mendidih. Aduk semua bahan B lalu campurkan ke A. Masak sampai mendidih dan kental. Angkat, kocok dengan mikser hingga dingin.
- Simpan di kulkas sebentar hingga dingin. Setelah dingin, campurkan bahan C, kocok dengan mikser low speed hingga tercampur rata. Jangan dikocok terlalu lama agar tidak pecah.
- Dinginkan vla, lalu semprotkan dengan plastik segitiga ke dalam kulit sus.
- Langkah akhir, siapkan DCC yang sudah dilelehkan, lalu celupkan bagian atas sus, atau ujung kiri kanan sus, lalu dinginkan.



Hmmm..... tampaknya ribet ya..... tapi sungguh sepadan hasilnya.... Ëclairs ini enaaaak banget deh.... tidak cukup satu buah.... ^_^ Dan kalau dijalani, sebetulnya tidak ribet kok.... yang penting telaten dan sabar dalam mengerjakannya. Oya, Ëclairs lebih enak dimakan dalam keadaan dingin ya....



Kalau boleh menilai jujur, Ëclairs buatan sendiri ini lebih enak daripada yang beli di bakery-bakery deh..... Tidak percaya? Coba membuatnya dan buktikan sendiri.... ^_^