Tampilkan postingan dengan label resep lain-lain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label resep lain-lain. Tampilkan semua postingan

PEANUT BUTTER PRALINE




Sudah lama sekali tidak sharing resep di blog... lebih banyak karena faktor kesibukan, dan ketika ada waktu, perasaan malas mendera hehehe... yang terakhir ini jangan ditiru yah...
Saat ini sedang berniat untuk mulai agak rajin lagi menulis di sini... mudah-mudahan bukan niatan sesaat hihihihi....
Kali ini yang ingin kubagi adalah membuat praline, karena tiap menjelang hari Valentine, putriku selalu mengajak temannya untuk minta diajari membuat praline. Yah, praline sederhana saja sih, tidak sampai menggunakan filling atau chocolate couverture. Di sini yang ada juga cuma DCC sama WCC saja, jadi ya menggunakan bahan yang seadanya saja deh....

PEANUT BUTTER PRALINE
By: Irene Susianto

 
Bahan:
200 gr DCC
100 gr WCC
100 gr peanut butter (aku menggunakan merk morin)

 
Cara Membuat:
- Potong DCC, WCC, masukkan ke dalam panci bersama dengan selai kacangnya juga.
- Panaskan di atas api yang super keciiiil sekali.
- Aduk-aduk sembari dipanaskan, sampa semua meleleh dan tercampur rata.
- Tuang ke dalam plastik segitiga.
- Masukkan ke dalam cetakan praline.
- Bekukan di freezer.
- Keluarkan dari cetakan dengan cara dibalik dan diketuk-ketuk.
- Jadilah praline rasa selai kacang yang enak dan lumer di mulut... ^_^

 
Catatan:
- Bisa juga dibuat dengan WCC saja atau DCC saja, ini hanya masalah selera kok...
- Apabila dibuat dengan WCC saja, bisa diberi 1-2 tetes pewarna makanan, untuk menghasilkan praline yang berwarna-warni. Mencetaknya bisa dikombinasi lebih dari 1 warna, dengan cara lapisan pertama dibekukan dulu sampai agak set, baru dituangi lapisan kedua, dst.


Mudah banget ya.... selamat mencoba ^_^

SCHUIMPJES




Schuimpjes, untuk yang belum pernah mendengarnya, mungkin bertanya-tanya, kue apa gerangan ini ya??
Saya sendiri waktu kecil suka makan biskuit bulat kecil-kecil yang atasnya ada gula keringnya. Paling suka ya bagian gulanya itu hahahaha....
Kali ini yang saya buat adalah bagian gula keringnya saja.

Sebetulnya ada beberapa resep, rata-rata menggunakan gula dan putih telur saja. Nah ini mau buat konsumsi sendiri, kalau makan gula saja takutnya jadi batuk kalau makannya kebanyakan. Jadilah saya menggunakan resep yang ada di kemasan gula pasir Gulaku, yang harusnya berupa biskuit sekaligus gulanya, tapi saya buat bagian gulanya saja....


Ini dia resepnya:


SCHUIMPJES (FROSTING SUGAR)
Sumber: kemasan Gulaku

Bahan:
145gr Gulaku, haluskan
1btr Putih telur
1/2sdt Cream of Tar Tar
4sdm Tepung maizena
Pewarna merah, kuning, dan hijau secukupnya



Cara membuat:
- kocok telur dan cream of tar tar hingga mengembang.
- Masukkan gulaku, kocok kembali hingga kaku.
- Masukkan tepung maizena, aduk rata.
- Bagi adonan menjadi tiga, beri masing-masing pewarna, aduk rata.

- Spuitkan di atas loyang kue kering.
- Panggang dengan suhu rendah 150 derajat sampai matang dan renyah.






Hasil jadinya cukup banyak. Untuk rasanya, didapat camilan yang manis dan renyah, tapi tidak manis sekali...  Dan ternyata anakku juga suka makan snack ini hehehehe....
Buat yang mau mencoba, silakan ya.... ^_^



RESEP, TIPS DAN TRIK MEMBUAT BUTTERCREAM

Berhubung pagi ini ada yang menanyakan tentang buttercream di WA saya, maka sekalian saja saya share resep yang biasa saya pakai ya....



Sedari kecil, saya sukaaaaaaa sekali kalau melihat kue tart yang dipajang di toko-toko kue... tapi jarang dibelikan sih hehehehe.... saya suka makan krimnya yang tampak cantik dan berwarna-warni. Waktu SD pun ada penjual roti yang tiap pagi lewat di depan rumah, roti Aroma namanya... papi saya tahu kesukaan saya, selalu dibelikannya roti yang isinya krim bertabur meses hehehe....
Tapi kalau kue tart kan lain ya, bentuk dan warna hiasan krimnya bagus-bagus.... Adik papi saya juga ada yang pandai membuat kue tart, waktu kecil dulu saya kadang suka terkagum-kagum melihat beliau menghias kue tart. Karena itu waktu minat baking sudah tumbuh di dalam diri saya (cieee.....), saya ingin sekali bisa membuat kue tart, minimal buat konsumsi sendiri lah....



Kalau urusan bagaimana menghiasnya, itu relatif, tergantung bakat, kreativitas dan ketrampilan masing-masing orang ya.... tapi setidaknya untuk krimnya, saya berusaha mencari resep buttercream yang simple tapi enak, tidak ngendal di lidah, tidak berpasir, dan tidak membuat eneg....

Sudah ada beberapa resep buttercream yang saya coba, dan dari sekian banyak resep yang saya coba, yang menjadi andalan saya ada 2 resep, yakni resep dari NCC dan resep dari mbak Ani Lizzarni.
Saya share dulu resepnya ya....



1.BUTTERCREAM SPECIAL
By: Fatmah Bahalwan
Modified by: Irene

1kg mentega putih
600 ml simple syrup500g SKM Carnation
50g susu bubuk
1 sdm Rhum
1 sdm essence susu


Hasilnya kokoh sekali


2. BUTTERCREAM ANI LIZZARNI
 

Bahan: 
250gr Mentega putih
125ml susu kental manis
3sdm air garam ---> Campur sekitar 1sdt garam kedalam 1 cangkir air, lalu air garam ini yg ditakar 3 sdm setara dengan 30ml air garam.
100gr gula pasir direbus dengan air garam
1sdm pasta vanili

Cara membuat: 

masak gula dan air garam dengan api kecil hingga gula larut.  Campurkan dengan susu, aduk rata.  Masukkan mentega.
Mixer semua bahan hingga mengembang 2 kali.
 

 

Untuk resep NCC di atas, aslinya menggunakan 800g mentega putih dan 200g softcream. Tapi di kota saya ini yang namanya softcream tidak selalu ada, lebih sering tidak adanya sih hehehe.... karena itu saya menggunakan mentega putih saja.
 
Nah, kunci membuat buttercream yang tidak ngendal adalah pada pengocokan mentega putihnya. Pengocokan mentega putih HARUS sampai mengembang dan ringan. Kalau kondisi ini belum tercapai, biasanya hasil buttercream akan ngendal di lidah.
Selain itu, untuk membuat buttercream yang baik, mentega putih dimixer dulu sendiri sampai benar-benar mengembang, baru masukkan bahan-bahan lain, seperti SKM, simple syrup, dll.

Simple syrup sendiri dibuat dengan melarutkan gula pada air, dengan perbandingan 1:1. Jadi misalnya kita akan membuat 500ml simple syrup, masak 250 air, setelah mendidih masukkan 250g gula pasir, aduk di atas api kecil sampai larut semua. Jangan lupa disaring untuk mencegah simple syrupnya ada kotoran dari gulanya.

Ketahanan buttercream di suhu ruang maksimal 1 minggu, karena mengandung SKM yang tidak tahan lama di suhu ruang. Kalau dimasukkan kulkas mungkin bisa sampai 1 bulan atau lebih ya.....



Terkadang kalau kita sering membutuhkan buttercream tapi hanya sedikit jumlahnya, pasti malas ya membuatnya berulang kali. Nah untuk mempermudah  proses pembuatan buttercream ini dan supaya awet disimpan dalam jangka waktu yang relatif lebih lama, lebih baik mentega putihnya saja yang dimixer sampai mengembang dan ringan, lalu disimpan di dalam wadah yang bersih dan tertutup rapat di suhu ruang. Jadi sewaktu-waktu kita ingin membuat buttercream, tinggal mengambil mentega putih yang sudah dimixer, dan tinggal menambahkan bahan-bahan lain dan dimixer sebentar saja.... jadi deh... ^_^



Untuk buttercream yang betul-betul enaaaaaak, gunakan butter. Lebih baik unsalted butter, tapi kalau yang tersedia hanya salted butter pun tidak masalah, memang akan ada sedikit rasa gurih-gurih gimana gitu.... tapi tetap enak banget.... ini pernah saya praktekkan dalam membuat opera cake. Kelemahannya, buttercream dari butter ini cenderung lembek dan susah dibentuk, jadi kurang cocok untuk polesan luar tapi lebih cocok untuk isian/filling di tengah cake.

Untuk pewarnaan buttercream, gunakan pewarna makanan, biasanya bentuknya cair. Lebih baik menambahkan tetes demi tetes sampai dihasilkan warna yang diinginkan, daripada sekaligus beberapa tetes tapi warnanya jadi terlalu tua....

Selain menggunakan pewarna makanan, bisa juga menggunakan essence. Saya paling suka buttercream dengan rasa mocca, karena itu biasanya saya beri essence mocca. Gunakan essence yang baik untuk memperoleh wangi dan rasa mocca yang enak ya.....



Buttercream yang masih berwarna putih juga bisa dicampur dengan DCC yang dilelehkan untuk menghasilkan buttercream yang nyoklat,  bukan cuma warnanya saja, tapi juga rasanya. Kualitas DCC yang digunakan sangat mempengaruhi rasa akhir, oleh karena itu gunakan DCC dengan kualitas yang baik. Perbandingannya disesuaikan dengan selera masing-masing saja....

Kalau ada sisa buttercream dari membuat/menghias cake, simpan dalam plastik seitiga atau dalam wadah rapat, dan masukkan ke dalam kulkas. Apabila akan dipakai lagi, tinggal didiamkan di suhu ruang. Jika akan digunakan untuk menghias (bukan untuk filling), sebaiknya dimixer ulang sebentar agar lembut lagi teksturnya.

Nah rasanya sudah cukup lengkap ya penjelasan saya seputaran buttercream.... mudah-mudahan berguna.... ^_^

PEMBUATAN SELAI NANAS UNTUK ISIAN NASTAR

Nastar sangat digemari banyak orang. Saat ini banyak sekali varian nastar yang dijual di pasaran, mulai dari yang "old fashioned", sampai yang dibentuk bermacam model dan isian selainya.
Tapi tetap saja yang paling digemari adalah yang bentuknya tradisional, bulat, dengan olesan kuning telur di atasnya (kadang diberi cengkeh juga).

Untuk menghasilkan nastar yang enak, tentunya bahan-bahannya harus dalam kondisi segar dan berkualitas. Penggunaan butter dalam nastar besar sekali pengaruhnya, setelah matang akan menciptakan aroma dan rasa sesuai dengan kualitas butter/margarin yang digunakan.
Dan yang tidak kalah penting adalah kualitas selai yang digunakan.

Aku pernah mencoba membuat nastar, dengan adonan yang sama persis, dengan isian 2 selai yang berbeda. Yang satu selai homemade buatanku sendiri, dan satunya selai yang beli jadi.
Ternyata..... rasanya waktu dimakan amat sangat berbeda.
Adonan yang menggunakan campuran butter wijsman, diberi selai homemade, aroma dan taste butternya jadi enak sekali, rasa selainya pun pas dan enak.
Sedangkan adonan yang sama, diberi selai yang kubeli, aroma dan taste dari wijsman hilang sama sekali, dan rasa selainya kurang enak.

Jujur saja tadinya aku maunya pake selai jadi, karena proses pembuatan selai yang lamaaaaaaaaaaaaaaaaaa................. sekali. Tapi setelah membandingkan hasilnya, akhirnya aku kembali pada selai homemade buatan sendiri saja deh... daripada nastarnya jadi nggak enak hehehe....

Biasanya aku membeli nanas segar yang masih berkulit, lalu minta tolong penjualnya untuk mengupas kulitnya. Karena belinya sekaligus agak banyak, jadi aku pesan dulu, nanti janjian jam berapa diambil.

Sesampai di rumah, nanas langsung dicuci bersih, lalu ditiriskan.
Siapkan blender yang untuk membuat juice dan wajan besar.
Nanas yang sudah bersih dibuang tengahnya, dipotong kecil-kecil, lalu diblender.
Nyalakan api kecil, masukkan nanas yang sudah halus ke dalam wajan.
Sembari melanjutkan proses blender, sesekali aduk-aduk nanas yang di wajan.
Sampai selesai semua, sesekali nanas diaduk-aduk agar tidak sampai gosong bawahnya. Dulu pernah satu kali aku tinggal agak lama, alhasil bagian bawahnya gosong, jadi selainya lebih kehitaman hehehe....
Terus saja diaduk-aduk. Hati-hati ya, pada saat mulai mengental, letupannya panas sekali kalau sampai kecipratan, tanganku sampai ada bekas lukanya akibat membuat selai nanas ini hehehe....
Sampai airnya habis, masukkan gula pasir dan bubuk kayu manis.
Setelah itu diaduk-aduk terus sampai menjadi liat/agak padat, kira-kira bisa dipulung.
Mudah ya.... tapi mengaduknya itu yang butuh kesabaran dan tenaga, karena nggak bisa ditinggal lama, dan prosesnya lama karena harus dengan api kecil.
Pada saat adonan sudah habis airnya, ngaduknya jadi berat hehehe....
Sekali membuat selai biasanya 3-4 jam an baru selesai. Malah yang terakhir sampai 4,5 jam, karena kebetulan dapat nanas yang besar-besar (masih dapat bonus pula), jadi wajannya sampai nggak cukup, nunggu agak "surut" baru dituang lagi.
Saranku, kalau membuat selai nanas, sekalian yang banyak, sepenuhnya wajan, karena membuat sedikit pun lamanya sekitar 3 jam.

Karena itu, kalau ada yang bilang, "wah nastarmu mahal", ya silakan dicoba membuat sendiri saja..... pengorbanan untuk membuat nastar ini sangat besar, mulai dari proses membuat selainya (apalagi kalau kecipratan berkali-kali), sampai memulungi satu-persatu nastarnya secara manual... weleh weleh..... capek bener lho.... apalagi semua dikerjakan sendiri.... Kalau bukan karena i love baking mungkin males.com jualan nastar hahahaha......
Apalagi kalau dibanding-bandingkan harga dengan produk orang lain yang rasanya (maaf) nggak ada apa-apanya deh..... padahal cuma selisih sedikit harganya....
Ya sudahlah.... selera orang beda-beda kok.... Nyatanya aku punya kawan dekat keluarga di Surabaya yang sudah sering repeat order untuk nastar dan peanut butter cookies. Thank you atas kepercayaanmu ya Bos..... ^_^

Jadi ngelantur deh ceritanya kemana-mana hihihihihi.......
Ini resep selai nanas yang aku pakai:

SELAI NANAS
Sumber: Fatmah Bahalwan

4 bh nanas palembang
200 gr gula pasir
1 sdt garam
1 ptng kayu manis

Cara membuatnya ya seperti di atas tadi.
Untuk nanasnya, di Banyuwangi sini jarang ada nanas palembang, jadi seadanya saja, hasilnya tetap uenak kok....
Pertama kali membuat selai nanas ini, aku membuat 4 buah saja sesuai resep, dan lamanya 3,5 jam. Setelah itu aku membuat selalu sekaligus banyak, 15-18 buah nanas, hanya biasanya ukuran buahnya agak kecil.
Terakhir kemarin aku membuat 16 buah nanas sekaligus dengan ukuran agak jumbo, makanya sampai nggak cukup wajannya.....hehehe....

Hmmmm... mudah-mudahan berguna ya..... 
Aku lupa memotret yang sudah jadi, menyusul saja foto selainya ^_^